Kamis, 13 September 2012

Digital VS Analog (TKJ 45)

1.    I. PENGERTIAN
1.    A. SINYAL ANALOG
Secara singkat, Sinyal analog adalah istilah yang digunakan dalam ilmu teknik (terutama teknik elektro, teknik informasi, dan teknik kendali), yaitu suatu besaran yang berubah dalam waktu atau dan dalam ruang, dan yang mempunyai semua nilai untuk untuk setiap nilai waktu (dan atau setiap nilai ruang). Digunakan juga istilah Sinyal Kontinyu, untuk menggambarkan bahwa besaran itu mempunyai nilai yang kontinyu (tak terputus).
Sedangkan secara umum,  Sinyal Analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/ karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi.
Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus. Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.
• Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
• Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
• Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.
Bentuk gelombang analog
Sinyal analog pertama kali digunakan pada 1800-an. Mereka digunakan bersama dengan kabel telepon tembaga untuk mentransmisikan percakapan. Ini terlibat menggunakan 2 konduktor untuk setiap baris (mengirim dan menerima). Sebagai teknologi yang berkembang semakin banyak orang mulai menggunakan telepon membuat sinyal analog terlalu mahal dan sulit untuk mempertahankan. Hal ini disebabkan cara kerja sinyal-sinyal analog. Lihat gambar di bawah:
Perhatikan garis-garis abu-abu di atas nilai minimum X dan Y. di bawah nilai maksimal Garis-garis ini mewakili tegangan maksimum kapasitas untuk sinyal untuk melakukan perjalanan dengan jelas.
Sekarang perhatikan bahwa sinyal telah mengambil “noise.” Kebisingan yang tidak diinginkan hanyalah listrik atau energi elektromagnetik yang mendegradasi kualitas sinyal. Tingkat sinyal menyilang X dan Y batas dan sekarang telah menjadi rusak dan sulit untuk perangkat pada penerima untuk menafsirkan. Kebisingan kadang-kadang disebut “distorsi” atau “kliping.”
Sebagai sinyal perjalanan di kawat, faktor-faktor tertentu akan menambah lebih banyak “noise” pada Singal. Faktor-faktor tersebut dapat mencakup: unit AC, lampu neon, medan magnet, dll Ada metode memisahkan atau “penyaringan” suara dari sinyal analog. Namun, sebagian besar metode ini tidak akurat, atau perangkat yang mengubah sinyal dari analog ke digital dan kembali ke analog. Untuk alasan ini, penggunaan sinyal digital digunakan untuk menyediakan metode penyampaian yang lebih baik.
1.    B. SINYAL DIGITAL
Secara singkat, Digital berasal dari kata Digitus, dalam Bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit).
Sedangkan secara umum, Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), dengan kata lain, merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau/noise, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.
System digital merupakan bentuk sampling dari sytem analog. digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nilai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital.
Contoh kasus. ada system digital dengan lebar 1 byte (8 bit). maka nilai-nilai yang dapat dikenali oleh system adalah bilangan bulat dari 0 – 255 (256 nilai : 2 pangkat 8).
Kita bandingkan dengan system analog — diantara angka 0 s/d 255 –… system analaog dapat menghasilkan nilai sebanyak tidak terhingga (0..0,0002… dst).
Namun dengan semakin lebarnya bandwith digital (bisa hampir 3 GByte) dijaman sekarang ini membuat semakin tipisnya perbedaan antara digital dan analog system.
Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog yaitu :
•    Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
•    Penggunaan yang berulang – ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informsi itu sendiri.
•    Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
•    Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif.
Kelebihan informasi digital adalah kompresi dan kemudahan utnuk ditranfer ke media elektronik lain. Kelebihan ini dimanfaatkan secara optimal oleh teknologi internet, misalnya dengan menaruhnya ke suatu website atau umumnya disebut dengan meng – upload. Cara seperti ini disebut online di dunia cyber.
Bentuk gelombang digital
Fisika dari sinyal digital yang berbeda dari sinyal analog diskrit karena bentuk gelombang. Antara minimum X dan Y maksimum, ada batasan pada seberapa tinggi tegangan akan meningkat atau menurun. Lihat gambar di bawah:
Perhatikan bahwa sinyal mengambil 2 bentuk dasar: di (dengan nilai 1) dan off (dengan nilai atau 0). Jelas sinyal-sinyal digital yang lebih rumit ini, tetapi menjadi sebuah artikel mengenai dasar-dasar sinyal, Anda mendapatkan ide umum. Perhatikan bahwa sinyal sangat seragam dalam komposisi.
Di sini, kita melihat keuntungan utama digital lebih analog. Karena sinyal sangat seragam, kebisingan belum berubah bentuknya parah atau amplitudo. Menunjukkan sinyal digital yang jauh lebih sedikit perubahan ke bentuk gelombang yang sebenarnya daripada sinyal analog sebelumnya. Mereka berdua ditunjukkan di bawah ini untuk perbandingan dekat.
1.    II. CONTOH
1.    A. SINYAL ANALOG
•    Sinyal Elektrik yang dihasilkan oleh peralatan elektrik non-digital:
•    sinyal suara pada radio konvensional,
•    sinyal gambar (foto) pada kamera konvensional,
•    sinyal video pada televisi konvensional.
•    Televisi analog, dimana televise analog ini dapat mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog.
1.    B. SINYAL DIGITAL
Contohnya kebanyakan digunakan dalam berbagai aplikasi:
•    Aplikasi pengolahan suara pada kanal telepon,
•    pemrosesan citra serta transmisinya,
•    dalam bidang seismologi dan geofisika,
•    eksplorasi minyak,
•    deteksi ledakan nuklir,
•    pemrosesan sinyal yang diterima dari luar angkasa, dan sebagainya.
Namun, implementasi digital tersebut memiliki keterbatasan, dalam hal kecepatan konversi A/D dan pengolah sinyal digital yang bersangkutan.
•    dan contoh paling umum adalah Televisi digital atau DTV, yaitu jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.
Negara-negara yang menggunakan sistem TV digital
Transisi TV analog ke TV digital
Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter (Set Top Box). Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.
Perpindahan dari sinyal analog ke sinyal digital sudah dilakukan di sejumlah negara maju beberapa tahun yang lalu. Di Jerman, proyek penggunaan sinyal digital dimulai sejak tahun 2003 di Berlin dan tahun 2005 di Muenchen. Sementara Perancis dan Inggris telah menghentikan secara total siaran televisi analog mereka. Di Amerika Serikat, melalui Undang-Undang Pengurangan Defisit tahun 2005 yang telah disetujui oleh Kongres, setiap stasiun televisi lokal yang berdaya penuh diminta untuk mematikan saluran analog mereka pada tanggal 17 Februari 2009 dan meneruskan siaran dalam bentuk digital secara eksklusif. Sementara Jepang akan memulai siaran televisi digital secara massal pada tahun 2011.
Kesimpulan
Sistem digital lebih baik penggunaannya dari analog. Sinyal digital lebih mudah untuk mengirim dan menawarkan sedikit ruang untuk kesalahan terjadi. Hal ini menyebabkan pengiriman data akurat yang pada gilirannya menyebabkan kecepatan transmisi lebih cepat dan produktivitas yang lebih baik.

Digital VS Analog (TKJ 45)

1.    I. PENGERTIAN
1.    A. SINYAL ANALOG
Secara singkat, Sinyal analog adalah istilah yang digunakan dalam ilmu teknik (terutama teknik elektro, teknik informasi, dan teknik kendali), yaitu suatu besaran yang berubah dalam waktu atau dan dalam ruang, dan yang mempunyai semua nilai untuk untuk setiap nilai waktu (dan atau setiap nilai ruang). Digunakan juga istilah Sinyal Kontinyu, untuk menggambarkan bahwa besaran itu mempunyai nilai yang kontinyu (tak terputus).
Sedangkan secara umum,  Sinyal Analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/ karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi.
Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus. Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.
• Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
• Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
• Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.
Bentuk gelombang analog
Sinyal analog pertama kali digunakan pada 1800-an. Mereka digunakan bersama dengan kabel telepon tembaga untuk mentransmisikan percakapan. Ini terlibat menggunakan 2 konduktor untuk setiap baris (mengirim dan menerima). Sebagai teknologi yang berkembang semakin banyak orang mulai menggunakan telepon membuat sinyal analog terlalu mahal dan sulit untuk mempertahankan. Hal ini disebabkan cara kerja sinyal-sinyal analog. Lihat gambar di bawah:
Perhatikan garis-garis abu-abu di atas nilai minimum X dan Y. di bawah nilai maksimal Garis-garis ini mewakili tegangan maksimum kapasitas untuk sinyal untuk melakukan perjalanan dengan jelas.
Sekarang perhatikan bahwa sinyal telah mengambil “noise.” Kebisingan yang tidak diinginkan hanyalah listrik atau energi elektromagnetik yang mendegradasi kualitas sinyal. Tingkat sinyal menyilang X dan Y batas dan sekarang telah menjadi rusak dan sulit untuk perangkat pada penerima untuk menafsirkan. Kebisingan kadang-kadang disebut “distorsi” atau “kliping.”
Sebagai sinyal perjalanan di kawat, faktor-faktor tertentu akan menambah lebih banyak “noise” pada Singal. Faktor-faktor tersebut dapat mencakup: unit AC, lampu neon, medan magnet, dll Ada metode memisahkan atau “penyaringan” suara dari sinyal analog. Namun, sebagian besar metode ini tidak akurat, atau perangkat yang mengubah sinyal dari analog ke digital dan kembali ke analog. Untuk alasan ini, penggunaan sinyal digital digunakan untuk menyediakan metode penyampaian yang lebih baik.
1.    B. SINYAL DIGITAL
Secara singkat, Digital berasal dari kata Digitus, dalam Bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit).
Sedangkan secara umum, Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), dengan kata lain, merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau/noise, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.
System digital merupakan bentuk sampling dari sytem analog. digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nilai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital.
Contoh kasus. ada system digital dengan lebar 1 byte (8 bit). maka nilai-nilai yang dapat dikenali oleh system adalah bilangan bulat dari 0 – 255 (256 nilai : 2 pangkat 8).
Kita bandingkan dengan system analog — diantara angka 0 s/d 255 –… system analaog dapat menghasilkan nilai sebanyak tidak terhingga (0..0,0002… dst).
Namun dengan semakin lebarnya bandwith digital (bisa hampir 3 GByte) dijaman sekarang ini membuat semakin tipisnya perbedaan antara digital dan analog system.
Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog yaitu :
•    Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
•    Penggunaan yang berulang – ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informsi itu sendiri.
•    Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
•    Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif.
Kelebihan informasi digital adalah kompresi dan kemudahan utnuk ditranfer ke media elektronik lain. Kelebihan ini dimanfaatkan secara optimal oleh teknologi internet, misalnya dengan menaruhnya ke suatu website atau umumnya disebut dengan meng – upload. Cara seperti ini disebut online di dunia cyber.
Bentuk gelombang digital
Fisika dari sinyal digital yang berbeda dari sinyal analog diskrit karena bentuk gelombang. Antara minimum X dan Y maksimum, ada batasan pada seberapa tinggi tegangan akan meningkat atau menurun. Lihat gambar di bawah:
Perhatikan bahwa sinyal mengambil 2 bentuk dasar: di (dengan nilai 1) dan off (dengan nilai atau 0). Jelas sinyal-sinyal digital yang lebih rumit ini, tetapi menjadi sebuah artikel mengenai dasar-dasar sinyal, Anda mendapatkan ide umum. Perhatikan bahwa sinyal sangat seragam dalam komposisi.
Di sini, kita melihat keuntungan utama digital lebih analog. Karena sinyal sangat seragam, kebisingan belum berubah bentuknya parah atau amplitudo. Menunjukkan sinyal digital yang jauh lebih sedikit perubahan ke bentuk gelombang yang sebenarnya daripada sinyal analog sebelumnya. Mereka berdua ditunjukkan di bawah ini untuk perbandingan dekat.
1.    II. CONTOH
1.    A. SINYAL ANALOG
•    Sinyal Elektrik yang dihasilkan oleh peralatan elektrik non-digital:
•    sinyal suara pada radio konvensional,
•    sinyal gambar (foto) pada kamera konvensional,
•    sinyal video pada televisi konvensional.
•    Televisi analog, dimana televise analog ini dapat mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog.
1.    B. SINYAL DIGITAL
Contohnya kebanyakan digunakan dalam berbagai aplikasi:
•    Aplikasi pengolahan suara pada kanal telepon,
•    pemrosesan citra serta transmisinya,
•    dalam bidang seismologi dan geofisika,
•    eksplorasi minyak,
•    deteksi ledakan nuklir,
•    pemrosesan sinyal yang diterima dari luar angkasa, dan sebagainya.
Namun, implementasi digital tersebut memiliki keterbatasan, dalam hal kecepatan konversi A/D dan pengolah sinyal digital yang bersangkutan.
•    dan contoh paling umum adalah Televisi digital atau DTV, yaitu jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.
Negara-negara yang menggunakan sistem TV digital
Transisi TV analog ke TV digital
Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter (Set Top Box). Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.
Perpindahan dari sinyal analog ke sinyal digital sudah dilakukan di sejumlah negara maju beberapa tahun yang lalu. Di Jerman, proyek penggunaan sinyal digital dimulai sejak tahun 2003 di Berlin dan tahun 2005 di Muenchen. Sementara Perancis dan Inggris telah menghentikan secara total siaran televisi analog mereka. Di Amerika Serikat, melalui Undang-Undang Pengurangan Defisit tahun 2005 yang telah disetujui oleh Kongres, setiap stasiun televisi lokal yang berdaya penuh diminta untuk mematikan saluran analog mereka pada tanggal 17 Februari 2009 dan meneruskan siaran dalam bentuk digital secara eksklusif. Sementara Jepang akan memulai siaran televisi digital secara massal pada tahun 2011.
Kesimpulan
Sistem digital lebih baik penggunaannya dari analog. Sinyal digital lebih mudah untuk mengirim dan menawarkan sedikit ruang untuk kesalahan terjadi. Hal ini menyebabkan pengiriman data akurat yang pada gilirannya menyebabkan kecepatan transmisi lebih cepat dan produktivitas yang lebih baik.

Digital VS Analog (TKJ 45)

1.    I. PENGERTIAN
1.    A. SINYAL ANALOG
Secara singkat, Sinyal analog adalah istilah yang digunakan dalam ilmu teknik (terutama teknik elektro, teknik informasi, dan teknik kendali), yaitu suatu besaran yang berubah dalam waktu atau dan dalam ruang, dan yang mempunyai semua nilai untuk untuk setiap nilai waktu (dan atau setiap nilai ruang). Digunakan juga istilah Sinyal Kontinyu, untuk menggambarkan bahwa besaran itu mempunyai nilai yang kontinyu (tak terputus).
Sedangkan secara umum,  Sinyal Analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/ karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi.
Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus. Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.
• Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
• Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
• Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.
Bentuk gelombang analog
Sinyal analog pertama kali digunakan pada 1800-an. Mereka digunakan bersama dengan kabel telepon tembaga untuk mentransmisikan percakapan. Ini terlibat menggunakan 2 konduktor untuk setiap baris (mengirim dan menerima). Sebagai teknologi yang berkembang semakin banyak orang mulai menggunakan telepon membuat sinyal analog terlalu mahal dan sulit untuk mempertahankan. Hal ini disebabkan cara kerja sinyal-sinyal analog. Lihat gambar di bawah:
Perhatikan garis-garis abu-abu di atas nilai minimum X dan Y. di bawah nilai maksimal Garis-garis ini mewakili tegangan maksimum kapasitas untuk sinyal untuk melakukan perjalanan dengan jelas.
Sekarang perhatikan bahwa sinyal telah mengambil “noise.” Kebisingan yang tidak diinginkan hanyalah listrik atau energi elektromagnetik yang mendegradasi kualitas sinyal. Tingkat sinyal menyilang X dan Y batas dan sekarang telah menjadi rusak dan sulit untuk perangkat pada penerima untuk menafsirkan. Kebisingan kadang-kadang disebut “distorsi” atau “kliping.”
Sebagai sinyal perjalanan di kawat, faktor-faktor tertentu akan menambah lebih banyak “noise” pada Singal. Faktor-faktor tersebut dapat mencakup: unit AC, lampu neon, medan magnet, dll Ada metode memisahkan atau “penyaringan” suara dari sinyal analog. Namun, sebagian besar metode ini tidak akurat, atau perangkat yang mengubah sinyal dari analog ke digital dan kembali ke analog. Untuk alasan ini, penggunaan sinyal digital digunakan untuk menyediakan metode penyampaian yang lebih baik.
1.    B. SINYAL DIGITAL
Secara singkat, Digital berasal dari kata Digitus, dalam Bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit).
Sedangkan secara umum, Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), dengan kata lain, merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau/noise, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.
System digital merupakan bentuk sampling dari sytem analog. digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nilai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth). jumlah bit juga sangat mempengaruhi nilai akurasi system digital.
Contoh kasus. ada system digital dengan lebar 1 byte (8 bit). maka nilai-nilai yang dapat dikenali oleh system adalah bilangan bulat dari 0 – 255 (256 nilai : 2 pangkat 8).
Kita bandingkan dengan system analog — diantara angka 0 s/d 255 –… system analaog dapat menghasilkan nilai sebanyak tidak terhingga (0..0,0002… dst).
Namun dengan semakin lebarnya bandwith digital (bisa hampir 3 GByte) dijaman sekarang ini membuat semakin tipisnya perbedaan antara digital dan analog system.
Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog yaitu :
•    Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
•    Penggunaan yang berulang – ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informsi itu sendiri.
•    Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
•    Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif.
Kelebihan informasi digital adalah kompresi dan kemudahan utnuk ditranfer ke media elektronik lain. Kelebihan ini dimanfaatkan secara optimal oleh teknologi internet, misalnya dengan menaruhnya ke suatu website atau umumnya disebut dengan meng – upload. Cara seperti ini disebut online di dunia cyber.
Bentuk gelombang digital
Fisika dari sinyal digital yang berbeda dari sinyal analog diskrit karena bentuk gelombang. Antara minimum X dan Y maksimum, ada batasan pada seberapa tinggi tegangan akan meningkat atau menurun. Lihat gambar di bawah:
Perhatikan bahwa sinyal mengambil 2 bentuk dasar: di (dengan nilai 1) dan off (dengan nilai atau 0). Jelas sinyal-sinyal digital yang lebih rumit ini, tetapi menjadi sebuah artikel mengenai dasar-dasar sinyal, Anda mendapatkan ide umum. Perhatikan bahwa sinyal sangat seragam dalam komposisi.
Di sini, kita melihat keuntungan utama digital lebih analog. Karena sinyal sangat seragam, kebisingan belum berubah bentuknya parah atau amplitudo. Menunjukkan sinyal digital yang jauh lebih sedikit perubahan ke bentuk gelombang yang sebenarnya daripada sinyal analog sebelumnya. Mereka berdua ditunjukkan di bawah ini untuk perbandingan dekat.
1.    II. CONTOH
1.    A. SINYAL ANALOG
•    Sinyal Elektrik yang dihasilkan oleh peralatan elektrik non-digital:
•    sinyal suara pada radio konvensional,
•    sinyal gambar (foto) pada kamera konvensional,
•    sinyal video pada televisi konvensional.
•    Televisi analog, dimana televise analog ini dapat mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog.
1.    B. SINYAL DIGITAL
Contohnya kebanyakan digunakan dalam berbagai aplikasi:
•    Aplikasi pengolahan suara pada kanal telepon,
•    pemrosesan citra serta transmisinya,
•    dalam bidang seismologi dan geofisika,
•    eksplorasi minyak,
•    deteksi ledakan nuklir,
•    pemrosesan sinyal yang diterima dari luar angkasa, dan sebagainya.
Namun, implementasi digital tersebut memiliki keterbatasan, dalam hal kecepatan konversi A/D dan pengolah sinyal digital yang bersangkutan.
•    dan contoh paling umum adalah Televisi digital atau DTV, yaitu jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.
Negara-negara yang menggunakan sistem TV digital
Transisi TV analog ke TV digital
Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter (Set Top Box). Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.
Perpindahan dari sinyal analog ke sinyal digital sudah dilakukan di sejumlah negara maju beberapa tahun yang lalu. Di Jerman, proyek penggunaan sinyal digital dimulai sejak tahun 2003 di Berlin dan tahun 2005 di Muenchen. Sementara Perancis dan Inggris telah menghentikan secara total siaran televisi analog mereka. Di Amerika Serikat, melalui Undang-Undang Pengurangan Defisit tahun 2005 yang telah disetujui oleh Kongres, setiap stasiun televisi lokal yang berdaya penuh diminta untuk mematikan saluran analog mereka pada tanggal 17 Februari 2009 dan meneruskan siaran dalam bentuk digital secara eksklusif. Sementara Jepang akan memulai siaran televisi digital secara massal pada tahun 2011.
Kesimpulan
Sistem digital lebih baik penggunaannya dari analog. Sinyal digital lebih mudah untuk mengirim dan menawarkan sedikit ruang untuk kesalahan terjadi. Hal ini menyebabkan pengiriman data akurat yang pada gilirannya menyebabkan kecepatan transmisi lebih cepat dan produktivitas yang lebih baik.

Unsur periodik

Daftar unsur menurut nama
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari daftar unsur menurut pengurutan lain, lihat Daftar unsur.
Berikut adalah daftar unsur kimia, diurutkan berdasarkan nama, dan warna menunjukkan jenis unsur.
Pada masing-masing unsur meliputi: lambang unsur, nomor atom, massa atom atau isotop yang paling stabil, serta golongan dan nomor periode dalam tabel periodik.
Deret kimia tabel periodik

Logam alkali
Alkali tanah
Lantanida
Aktinida
Logam transisi

Logam
Metaloid
Nonlogam
Halogen
Gas mulia

Nama
Lambang
Nomor atom
Massa atom
Golongan    Periode
Aktinium
Ac    89    [227]1
     7
Alumunium
Al    13    26,9815386(8)    13    3
Amerisium
Am    95    [243]1
     7
Antimon (Stibium)
Sb    51    121,760(1)2
15    5
Argentum—lihat Perak
Ag               
Argon
Ar    18    39,948(1)2 4
18    3
Arsenik
As    33    74,92160(2)    15    4
Astatin
At    85    [210]1
17    6
Aurum—lihat Emas
Au               
Barium
Ba    56    137,327(7)    2    6
Belerang
S    16    32,065(5)2 4
16    3
Berkelium
Bk    97    [247]1
     7
Berilium
Be    4    9,012182(3)    2    2
Besi (Ferrum)
Fe    26    55,845(2)    8    4
Bismut
Bi    83    208,98040(1)    15    6
Bohrium
Bh    107    [264]1
7    7
Boron
B    5    10,811(7)2 3 4
13    2
Brom
Br    35    79,904(1)    17    4
Cuprum—lihat Tembaga
Cu               
Darmstadtium
Ds    110    [271]1
10    7
Dubnium
Db    105    [262]1
5    7
Disprosium
Dy    66    162,500(1)2
     6
Einsteinium
Es    99    [252]1
     7
Emas (Aurum)
Au    79    196,966569(4)    11    6
Erbium
Er    68    167,259(3)2
     6
Europium
Eu    63    151,964(1)2
     6
Fermium
Fm    100    [257]1
     7
Ferrum—lihat Besi
Fe               
Flerovium
Fl    114    [289]1
14    7
Fluor
F    9    18,9984032(5)    17    2
Fosfor
P    15    30,973762(2)    15    3
Fransium
Fr    87    [223]1
1    7
Gadolinium
Gd    64    157,25(3)2
     6
Galium
Ga    31    69,723(1)    13    4
Germanium
Ge    32    72,64(1)    14    4
Hafnium
Hf    72    178,49(2)    4    6
Hassium
Hs    108    [277]1
8    7
Helium
He    2    4,002602(2)2 4
18    1
Hidrogen
H    1    1,00794(7)2 3 4
1    1
Holmium
Ho    67    164,930 32(2)         6
Hydrargyrum—lihat Raksa
Hg               
Indium
In    49    114,818(3)    13    5
Iodine—lihat Yodium
I               
Iridium
Ir    77    192,217(3)    9    6
Iterbium
Yb    70    173,04(3)2
     6
Itrium
Y    39    88,90585(2)    3    5
Kadmium
Cd    48    112,411(8)2
12    5
Kalium
K    19    39,0983(1)    1    4
Kalsium
Ca    20    40,078(4)2
2    4
Kalifornium
Cf    98    [251]1
     7
Karbon
C    6    12,0107(8)2 4
14    2
Klor
Cl    17    35,453(2)2 3 4
17    3
Krom
Cr    24    51,9961(6)    6    4
Kobalt
Co    27    58,933195(5)    9    4
Kopernisium
Cn    112    [285]1
12    7
Tembaga (Cuprum)
Cu    29    63,546(3)4
11    4
Kurium
Cm    96    [247]1
     7
Kripton
Kr    36    83,798(2)2 3
18    4
Lantanum
La    57    138,90547(7)2
     6
Lawrensium
Lr    103    [262]1
3    7
Timbal (Plumbum)
Pb    82    207,2(1)2 4
14    6
Litium
Li    3    6,941(2)2 3 4 5
1    2
Livermorium
Lv    116    [292]1
16    7
Lutetium
Lu    71    174,967(1)2
3    6
Magnesium
Mg    12    24,3050(6)    2    3
Mangan
Mn    25    54,938045(5)    7    4
Meitnerium
Mt    109    [268]1
9    7
Mendelevium
Md    101    [258]1
     7
Molibden
Mo    42    95,94(2)2
6    5
Natrium
Na    11    22,98976928(2)    1    3
Neodimium
Nd    60    144,242(3)2
     6
Neon
Ne    10    20,1797(6)2 3
18    2
Neptunium
Np    93    [237]1
     7
Nikel
Ni    28    58,6934(2)    10    4
Niobium
Nb    41    92,906 38(2)    5    5
Nitrogen
N    7    14,0067(2)2 4
15    2
Nobelium
No    102    [259]1
     7
Osmium
Os    76    190,23(3)2
8    6
Oksigen
O    8    15,9994(3)2 4
16    2
Paladium
Pd    46    106,42(1)2
10    5
Perak (Argentum)
Ag    47    107,8682(2)2
11    5
Plumbum—lihat Timbal
Pb               
Potasium—lihat Kalium
K               
Sodium—lihat Natrium
Na               
Platina
Pt    78    195,084(9)    10    6
Plutonium
Pu    94    [244]1
     7
Polonium
Po    84    [210]1
16    6
Praseodimium
Pr    59    140,90765(2)         6
Prometium
Pm    61    [145]1
     6
Protaktinium
Pa    91    231,03588(2)1
     7
Radium
Ra    88    [226]1
2    7
Radon
Rn    86    [220]1
18    6
Raksa (Hydrargyrum)
Hg    80    200,59(2)    12    6
Renium
Re    75    186,207(1)    7    6
Rodium
Rh    45    102,905 50(2)    9    5
Roentgenium
Rg    111    [272]1
11    7
Rubidium
Rb    37    85,4678(3)2
1    5
Rutenium
Ru    44    101,07(2)2
8    5
Rutherfordium
Rf    104    2611
4    7
Samarium
Sm    62    150,36(2)2
     6
Skandium
Sc    21    44,955912(6)    3    4
Seaborgium
Sg    106    [266]1
6    7
Selenium
Se    34    78,96(3)4
16    4
Serium
Ce    58    140,116(1)2
     6
Sesium
Cs    55    132,9054519(2)    1    6
Silikon
Si    14    28,0855(3)4
14    3
Seng
Zn    30    65,409(4)    12    4
Stannum—lihat Timah
Sn               
Stibium—lihat Antimon
Sb               
Strontium
Sr    38    87,62(1)2 4
2    5
Tantalum
Ta    73    180,94788(2)    5    6
Teknetium
Tc    43    [98]1
7    5
Telurium
Te    52    127,60(3)2
16    5
Terbium
Tb    65    158,92535(2)         6
Talium
Tl    81    204,3833(2)    13    6
Timah (Stannum)
Sn    50    118,710(7)2
14    5
Torium
Th    90    232,03806(2)1 2
     7
Tulium
Tm    69    168,93421(2)         6
Titanium
Ti    22    47,867(1)    4    4
Ununoktium
Uuo    118    [294]1
18    7
Ununpentium
Uup    115    [288]1
15    7
Ununtrium
Uut    113    [284]1
13    7
Uranium
U    92    238,02891(3)1 2 3
     7
Vanadium
V    23    50,9415(1)    5    4
Wolfram    W    74    183,84(1)    6    6
Xenon
Xe    54    131,293(6)2 3
18    5
Yodium
I    53    126,904 47(3)    17    5
Zinc—lihat Seng
Zn               
Zirkonium
Zr    40    91,224(2)2
4    5
Deret kimia tabel periodik

Logam alkali
Alkali tanah
Lantanida
Aktinida
Logam transisi

Logam
Metaloid
Nonlogam
Halogen


Instalasi Windows 7

Mudah Cara Install Ulang Windows 7 lengkap dengan gambar 2012
11:52  Wendra wati



Operating System (OS) keluaran windows memang sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Menurut survey, sekitar 90% pengguna komputer di Indonesia, memakai OS windows ini. Kalau pada bagian lalu kita sudah sama-sama belajar "Mudah Cara Install Ulang Windows XP lengkap Dengan Gambar ala murusawa-tech", pada postingan kali ini saya ingin mengajak sobat sekalian untuk belajar cara menginstall ulang menggunakan OS Windows 7. Dibandingkan dengan windows vista, windows 7 memiliki beberapa keunggulan antara lain pengoperasiannya yang relatif mudah, ringan dalam arti tidak membutuhkan memory yang besar dalam pengopersiannya, tampilan antarmuka nya yang dinamis serta memiliki fitur-fitur yang lengkap untuk sebuah operating system. Simak langkah-langkah install ulang windows 7 dibawah ini.

1. Siapkan dvd master windows 7
2. Masukkan kaset dvd master ke dvd room >> restart komputer.
3. Jangan lupa setting first boot nya ke dvd, bagi yang belum tau caranya lihat DISINI
4. Press any key to boot from cd or dvd...... >> tekan sembarang tombol untuk memulai instalasi.



5. Windows is loading files.. tunggu sebentar sedang loading file.


6.Starting windows....


7. Language to install..... tekan Next.


8. Klik Install now...


9. Please read the license terms...>> centang i accept the license terms >> next



10. Which type of installation do you want? >> pilih custom (advanced)


11. Where do you want to install windows? >> pilih directory C: (system). Ingat!! tidak mutlak selalu di C: pilih typenya yang system bukan primary. Pilih format jika kita ingin mem format hardisk, atau bisa langsung klik Next, karena berdasarkan pengalaman saya dalam install ulang win 7 ini, walaupun sudah kita format HDD nya windows old tetap ada nantinya.


12.Installing Windows... >> Copying windows file.. tunggu sebentar.


13. Installing Windows... >> Expanding windows files... sabar, proses ini agak lama.


14. Installing Windows... >> Installing features >> Installing Update, tunggu sebentar.


15. Windows needs to restart to continue.... >> kalau nggak sabar nunggu klik restart now.


16. Setup is updating registry settings....


17. Setup is starting service....


18. Installing Windows... >> Completing installations, tunggu lagi jangan kemana-mana.


19. Isi nama pengguna komputer... >> Next


20. Set a pasword for your account..... isi pasword (kosongkan kalau nggak mau pake password) >> next


21. Type your windows product key... masukkan serial key (tergantung dari dvd master windownya, kalau biasanya product key dimasukkan lewat CMD oleh si pembuat dvd master windows) atau kosongkan saja lalu uncheck/hilangkan centang pada opsi auto active windows when i'm online >> next.


22. Help protect your computer and improve windows automatically.. >> pilih Ask me later


23. Review your time and date setting... >> pilih Bangkok, Hanoi, Jakarta.


24. Setup is preparing your computer for first use..


25. Selesai sudah proses Install Ulang, OS windows 7 sudah siap dioperasikan.

My inspriration

75 Kata Mutiara English-Indonesia



Butuh kata-kata mutiara dalam bahasa inggris??
disini ada 75 kumpulan kata mutiara dalam bahasa English-Indonesia..




1.                 A bird in hand is worth two in the bush > Seekor burung di tangan lebih berharga daripada dua ekor burung di udara
2.         A  burnt child dreads the fire > Pengalaman yang pahit akan membuat seseorang lebih berhati-hati
3.         Action speak louder than words > Banyak bekerja sedikit berbicara.
4.         A friend is need is a friend inded > Sahabat sejati adalah yang ikut tertawa dalam kesenangan dan ikut menangis dalam kesusahan.
5.                A fruiless life is useless life > Hidup tak berarti tanpa berbuat sesuatu yang bermanfaat.
6.         A good example is the best sermont > Lebih baik memberi contoh yang baik daripada menasehati.
7.         A little done is well is better than much done badly > Sedikit karya yang dilakukan dengan sempurna lebih bermanfaat daripada banyak pekerjaan yang tidak menentu.
8.         A little is better tahn none > Sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali.
9.         All start is difficult > Semua permulaan itu sulit.
10.                All the word is a stage > Dunia ini seluruhnya panggung sandiwara.
11.         A man wihout ambition is like a bird without wing > Manusia tanpa cita-cita bagai burung tanpa sayap.
12.         Among the blinds the one eyed man is king > Diantara banyak orang buta, rajanya ialah yang bermata satu.
13.        An angry man meeds no counsel > Pemarah tidak peduli pada nasihat baik.
14.        A penny saved is a penny earned > sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
15.        Stupid wolker will blame others for his fauled instead of himself > tukang yang bodoh akan menyalahkan perkakasnya, bukan menyadari kesalahan dirinya.
16.        A true friend is one soul in two bodies > Kawan yang sejati bagaikan satu jiwa dalam dua tubuh.
17.        As s wolf in sheeps clothing > bagai serigala berbulu kambing.
18.        A slander is more dangerous than murder > fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.
19.        A toddler is always fall > anak yang baru pandai berjalan selalu terjatuh.
20.        A tree in known by its fruit > Pohon itu di kenal karena buahnya.
21.        A way to be a good, belief on god > Jalan yang terbaik adalah mempercayai adanya Tuhan.
22.        Bad news travel fast > Berita keburukan cepat tersiarnya.
23.        Barking dogs seldom bite > Anjing menggonggong tidak menggigit.
24.        Bending without breaking > mengalan bukan berarti kalah.
25.        Be sure your sin will find you > Hukum karma pasti akan menimpa diri anda.
26.        Better buy than borrow > Lebih baik membeli daripada meminjam.
27.        Better face in danger than be always in fear > Lebih baik menghadapi bahaya daripada hidup selalu dalam ketakutan.
28.        Better late than never > Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
29.        Blood is thicker than water your own relations come first > Ikatan kekeluargaan didahului oleh kepentingannya.
30.        Blood is thicker than water > ikatan keluarga lebih kuat dari segalanya.
31.        Clean liness is next to god lines > Kejujuran itu menghendaki kehendak Tuhan.
32.        Command your temper, last it command you > Kuasailah dirimu, bila tidak maka kamu akan dikuasai oleh tabiat.
33.        Confine your tongue, lest it confine you > kendalikan lidahmu sebelum lidahmu menguasaimu.
34.        Cut your coat according to your cloth > sesuaikan pengeluaranmu dengan penghasilanmu.
35.        Coward die any times before their death > Seorang pengecut mati sewaktu sebelum kematiannya.
36.        Descend a tiger cant be a lamb > keturunan harimau tidak akan menjadi kambing.
37.         Despise another, despise your self > Menghina orang lain berarti menghina diri sendiri.
38.               Diamond in the mud is always glowed > intan di lumpur sekalipun tetap bercahaya.
39.         Don’t depend on others but rely on your self > Jangan gantungkan dirimu pada orang lain, tetapi percayalah pada diri sendiri.
40.        Early bird gets worm > Tuhan akan memberikan rezeki kepada makhluknya yang lebih dulu bangun.
41.         East orwest, home is best > Hujan emas di negeri orang,  lebih baik hujan di negeri sendiri.
42.        Education is an ornament is prosperity and a refuge in adversity > Pendidikan itu ialah perhiasan di waktu senagn dan tempat perlindungan diwaktu susah.
43.        Empty case has louder sound > Tong kosong nyaring bunyinya.
44.             Every cloud has silver lining > Setiap kesulitan merupakan jembatan untuk kemajuan.
45.        Every man is the architect of his own fortune > Nasib seseorang bukan bergantung pada binatang melainkan terletak pada dirinya sendiri.
46.         Fairure is not misfortune > Kegagalan bukan berati suatu kemalangan.
47.              Fall on time and stand up two times > Jatuh sekali bangkit, maka berdirilah dua kali.
48.        Full coin, full pint > banyak uang banyak kesulitan/persoalan.
49.        Gratitude is the memery of the heart > kebaikan akan selalu terkenang di hati.
50.        Great things have small beginings > Hasil pekerjaan yang besar dari permulaan yang kecil.
51.        Health is better than wealth > Kesehatan lebih berharga daripada kekayaan.
52.             He is wish who speak a little > orang yang bijaksana bicaranya sedikit.
53.        He that can not jock bear a jock should not make one > Bila anda tidak mau diganggu, maka janganlah menggangu orang lain.
54.        He that a pity upon the poor lend into the lord, and that which he has given will he pay again> Barangsiapa yang mengasihi orang miskin, ia memberi pinjaman kepada Tuhan, maka Tuhan pun akan membalas kebaikannya.
55.        Hunger drives the wolf from the wood > kelaparan menimbulkan kejahatan.
56.        If we subdue not our passions they will subdue us > Bila kita tidak mengendalikan nafsu kita, maka nafsu itu akan memperbudak diri kita.
57.        Knowledge is power > pengetahuan itu adalah puncak dari segalanya.
58.         Look before you leap > Berfikirlah sebelum mengambil keputusan.
59.         Make hay while  the sun shines > sedia payung sebelum hujan.
60.         More haste, less speed > Terlalu tergase-gesa justru mengurangi kecepatan.
61.        Old birds are not to be caouht with chaff> orang yang berpengalaman tidak mudah tertipu.
62.        Pride is the begining of destruction > Kesombongan adalah awal dari keruntuhan.
63.        Reading is the best teacher > Membaca adalah guru yang terbaik.
64.        Success never comes to the indolence > keberhasilan tidak pernah datang pada orang yang malas.
65.       To be reluctant to make in quires will make one go astray > Malu bertanya akan sesat di jalan.
66.        To err is human, to forgive is difine > Berbuat adalah sifat manusia, mengampuni adalah mulia dan terpuji.
67.        To kill two birds with one stone > Sambil menyelam minum air.
68.        United we stand, devided we fall > Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. 
69.        Wealth does not always help to produce happines > Kebahagiaan tidak bersumber pada kekayaan.
70.        While there is life, there is hope > Dimana ada kehidupan, disana pasti ada harapan.
71.        Where there is a will there is a way > Dimana ada kemauan disana pasti ada jalan.
72.        Where there is smoke there is fire > Dimana ada api, disana pasti ada asap.
73.        Who never tries can never win a price > Orang yang btidak pernah berusaha melakukan sesuatu pekerjaan maka ia tak akan pernah berhasil.
74.        Youth is the hope foer tomorrow > Pemuda merupakan harapan bangsa.
75.        Youth is the time to form manners > Dimasa muda adalah waktu terbaik untuk membina dan menyempurnakan sifat dan kelakuan.

Sabtu, 01 September 2012

Kenikmatan Surgawi

 Surga diibaratkan negri pahala dan kenikmatan abadi. Karena di dalamnya terdapat segala sesuatu yang tak pernah di pandang mata, di dengar telinga ataupun di rasakan hati. Di dalamnya terdapat bidadari, pelayan belia, aneka daging burung, buah-buahan sungai-sungai air yang bening, susu, madu, khamar yang mengalir, tempat tidur, sutra, emas permata, dan sebagainya.

Allah Swt telah mengisyaratkan hal itu dalam firmannya yang artinya : "Perumpamaan surga yang di janjikan kepada orang-orang yang bertakwa ialah (seperti taman) mengalir sungai-sungai di dalamnya ; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa ; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka." (Ar Ra'd 35)

 Lukisan tentang keadaan surga di nyatakan pula dalam ayat yang artinya sebagai berikut : "(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang di janjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang di saring ; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka." (Muhammad 15)


Tentang surga yang penuh kenikmatan di nyatakan dalam ayat yang artinya sebagai berikut : "Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dahulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang di dekatkan (kepada Allah), berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtahkan emas permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka di kelilingi oleh anak-anak muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang di ambil dari air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengarkan ucapan salam." (Al Waaqi'ah 10-26).