Kenikmatan Surgawi
Surga diibaratkan negri pahala dan kenikmatan abadi. Karena di dalamnya terdapat segala sesuatu yang tak pernah di pandang mata, di dengar telinga ataupun di rasakan hati. Di dalamnya terdapat bidadari, pelayan belia, aneka daging burung, buah-buahan sungai-sungai air yang bening, susu, madu, khamar yang mengalir, tempat tidur, sutra, emas permata, dan sebagainya.
Allah Swt telah mengisyaratkan hal itu dalam firmannya yang artinya : "Perumpamaan surga yang di janjikan kepada orang-orang yang bertakwa ialah (seperti taman) mengalir sungai-sungai di dalamnya ; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa ; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka." (Ar Ra'd 35)
Lukisan tentang keadaan surga di nyatakan pula dalam ayat yang artinya sebagai berikut : "(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang di janjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang di saring ; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka." (Muhammad 15)
Tentang surga yang penuh kenikmatan di nyatakan dalam ayat yang artinya sebagai berikut : "Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dahulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang di dekatkan (kepada Allah), berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtahkan emas permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka di kelilingi oleh anak-anak muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang di ambil dari air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengarkan ucapan salam." (Al Waaqi'ah 10-26).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar